Waktu pembebasan:2026.06.23 Tampilkan volume: 87

Bulan Juni tahun ini merupakan peringatan Bulan Keselamatan Produksi Nasional ke-25 di Tiongkok, dengan mengusung tema "Setiap Orang Peduli Keselamatan, Setiap Orang Mampu Tanggap Darurat — Mengidentifikasi, Menyelidiki, dan Menanggulangi Risiko serta Potensi Bahaya." Sebagai perusahaan asal Tiongkok yang telah lama berinvestasi dan berkembang di Indonesia, PT Bintan Alumina Indonesia secara aktif mengadopsi standar manajemen keselamatan produksi yang berlaku di Tiongkok serta melaksanakan program Bulan Keselamatan Produksi sesuai dengan arahan Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia. Berpedoman pada prinsip manajemen keselamatan "Keselamatan sebagai Prioritas Utama, Pencegahan sebagai Langkah Utama, serta Pengelolaan yang Komprehensif," perusahaan terus menerapkan sistem manajemen keselamatan yang telah terbukti efektif di dalam negeri ke seluruh proyek operasionalnya di luar negeri guna mencegah dan mengendalikan berbagai risiko keselamatan kerja secara menyeluruh. Baru-baru ini, dengan berfokus pada identifikasi dan penanggulangan potensi bahaya serta peningkatan kemampuan tanggap darurat karyawan, perusahaan menyelenggarakan serangkaian latihan tanggap darurat yang dirancang sesuai dengan kondisi operasional di area pabrik Indonesia. Kegiatan tersebut semakin memperkuat sistem perlindungan keselamatan produksi di proyek luar negeri sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh karyawan terhadap keselamatan kerja serta kemampuan mereka dalam menghadapi situasi darurat.
【Fokus pada Identifikasi dan Penanggulangan Risiko, Simulasi Berbagai Skenario Perkuat Kesiapsiagaan Keselamatan】
Dengan mengusung tema "Mengidentifikasi, Menyelidiki, dan Menanggulangi Risiko serta Potensi Bahaya," pabrik alumina menyelenggarakan serangkaian simulasi tanggap darurat di seluruh bengkel kerja dan departemen. Simulasi tersebut mencakup berbagai skenario, antara lain kebakaran, sengatan listrik, heatstroke (serangan panas), dan kebocoran bahan kimia. Latihan ini menekankan pentingnya jalur evakuasi sebagai sarana utama dalam penyelamatan diri dan pelaksanaan operasi tanggap darurat, sehingga para karyawan semakin memahami prosedur operasional dan jalur evakuasi yang harus ditempuh dalam situasi darurat. Seluruh peserta melaksanakan simulasi sesuai dengan prosedur tanggap darurat yang telah ditetapkan, mulai dari memberikan respons secara cepat, melakukan evakuasi secara tertib, hingga melaksanakan tindakan penyelamatan secara tepat. Melalui kegiatan ini, kemampuan karyawan dalam mengidentifikasi potensi bahaya serta keterampilan praktis dalam menangani keadaan darurat semakin diperkuat.








【Simulasi Kebakaran Menara Absorber Menguji Efektivitas Mekanisme Koordinasi Tanggap Darurat】
Pembangkit listrik menyelenggarakan simulasi tanggap darurat kebakaran di Menara Absorber No. 4. Simulasi ini menggambarkan terjadinya kebakaran di area menara absorber. Setelah kejadian terdeteksi, petugas di lokasi segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat, memberikan pertolongan pertama kepada korban, serta melakukan upaya pemadaman awal. Area kejadian segera diamankan dengan pemasangan garis pengamanan, sementara tim evakuasi mengarahkan seluruh personel untuk berpindah secara tertib menuju titik aman. Mobil pemadam kebakaran tiba tepat waktu dan berkoordinasi dalam proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Seluruh rangkaian simulasi berlangsung secara tertib, terkoordinasi, dan sesuai prosedur, sehingga secara efektif menguji kesiapan rencana tanggap darurat kebakaran serta kemampuan koordinasi antarunit dalam menghadapi kondisi darurat.








【Simulasi Insiden Keracunan Gas Tingkatkan Kemampuan Penyelamatan Profesional】
Pabrik gasifikasi batu bara menyelenggarakan simulasi tanggap darurat insiden keracunan gas. Dalam skenario tersebut, seorang pekerja mengalami keracunan hingga tidak sadarkan diri akibat kebocoran gas saat menjalankan pekerjaan. Setelah kejadian diketahui, petugas pengawas di lokasi segera melaporkan insiden tersebut dan mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Tim penyelamat memasuki area kejadian dengan mengenakan alat bantu pernapasan mandiri portabel (Self-Contained Breathing Apparatus/SCBA), kemudian dengan cepat mengevakuasi korban dari area berbahaya dan memberikan pertolongan pertama, termasuk terapi oksigen. Selanjutnya, korban dibawa ke klinik perusahaan untuk menjalani observasi dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Seluruh rangkaian simulasi berlangsung secara tertib, dengan respons yang cepat dan penanganan yang sesuai standar, sehingga secara efektif menguji kelayakan, keandalan, dan penerapan rencana tanggap darurat di lapangan.




【Simulasi Kebocoran Soda Kaustik Perkuat Pengelolaan Keadaan Darurat Bahan Kimia Berbahaya】
Pelabuhan menyelenggarakan simulasi tanggap darurat kebocoran soda kaustik (natrium hidroksida). Dalam skenario latihan ini, terjadi kebocoran pada pipa pembongkaran cairan soda kaustik. Setelah kebocoran terdeteksi, petugas di lokasi segera memberikan peringatan kepada seluruh personel, mengarahkan pekerja di sekitar area untuk melakukan evakuasi ke arah yang berlawanan dengan arah angin (upwind), serta secara bersamaan melaksanakan penghentian operasi darurat, pemutusan aliran listrik, pemasangan garis pengamanan, dan penetapan area yang terkontaminasi. Tim tanggap darurat mengenakan perlengkapan pelindung lengkap yang tahan terhadap asam dan alkali untuk melaksanakan penanganan kebocoran, kemudian melakukan pembersihan dan pemulihan sisa cairan soda kaustik yang tumpah di permukaan tanah. Setelah kebocoran berhasil ditangani, area tersebut didiamkan untuk proses observasi dan pemeriksaan ulang guna memastikan tidak terjadi kebocoran lanjutan. Melalui simulasi ini, kesiapan perusahaan dalam merespons insiden kebocoran bahan kimia berbahaya, efektivitas perlindungan personel, serta kemampuan penanganan keadaan darurat di lapangan dapat diuji secara menyeluruh.




Melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan Bulan Keselamatan Produksi tahun ini, perusahaan semakin memperkuat kesadaran seluruh karyawan terhadap pentingnya keselamatan kerja, menyempurnakan sistem manajemen tanggap darurat, serta meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi dan menanggulangi potensi bahaya serta menangani keadaan darurat. Seluruh upaya tersebut menjadi landasan yang kokoh dalam menjaga kondisi keselamatan produksi perusahaan agar tetap aman, stabil, dan terus mengalami peningkatan secara berkelanjutan.
