Waktu pembebasan:2026.09.25 Tampilkan volume: 142
ASAL-USUL HARI RAYA
Festival Pertengahan Musim Gugur berasal dari tradisi kuno mempersembahkan kurban kepada bulan pada malam musim gugur, terbentuk pada Dinasti Tang, dan berkembang luas pada Dinasti Song. Festival ini dinamai berdasarkan tanggal 15 bulan 8 dalam kalender lunar, yang bertepatan dengan pertengahan dari tiga bulan musim gugur. Sejak zaman dahulu, festival ini memiliki tradisi menikmati keindahan bulan, menyantap kue bulan, dan menantikan reuni keluarga.
Menyambut Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Sukacita “Bulan purnama terbit di atas laut, dan orang-orang yang berada jauh tetap berbagi momen yang sama.” Di Kawasan Industri Bintan, kita kembali menyambut Festival Pertengahan Musim Gugur. Bulan — kata dalam bahasa Indonesia yang berarti “bulan” Melintasi lautan luas, di bawah Bulan yang sama. Menerangi perjuangan kita di negeri orang, sekaligus menghubungkan kita dengan harapan dari kampung halaman. Bulan Purnama Menyinari Bintan · Hati Berkumpul di Festival Pertengahan Musim Gugur Meski dipisahkan oleh gunung dan lautan, kita menikmati cahaya bulan yang sama. Para rekan berkumpul bersama dalam suasana penuh sukacita. Bersama-sama menikmati bulan purnama dan berbagi kehangatan kebersamaan. Perusahaan telah dengan penuh perhatian menyiapkan untuk seluruh rekan kue bulan yang lezat dan hadiah istimewa untuk perayaan. Perhatian ini tidak hanya menghadirkan manisnya cita rasa, tetapi juga kehangatan dalam keseharian.

Satu kue bulan, satu ketulusan hati yang sama.
Merupakan kepedulian yang melintasi gunung dan lautan, sekaligus kebersamaan tanpa membedakan satu sama lain.
Semoga setiap rekan senantiasa sehat dan aman, segala urusannya berjalan lancar, serta dapat berkumpul bersama keluarga.
Di Balik Kebersamaan · Menghormati Mereka yang Tetap Bertugas
Bulan purnama di Festival Pertengahan Musim Gugur, separuhnya adalah kebersamaan dan separuhnya adalah penjagaan.
Ketika banyak orang mengangkat gelas menyambut bulan dan berbagi kehangatan kebersamaan, masih ada sekelompok pejuang Bintan yang berdedikasi dan tetap bekerja dengan tenang di garis depan tugas mereka. Mereka menjaga kelancaran produksi dengan penuh tanggung jawab dan mengukir makna Festival Pertengahan Musim Gugur yang berbeda melalui dedikasi mereka.





Satu Sabuk Satu Jalan Menghubungkan Gunung dan Laut, Bulan Purnama Festival Pertengahan Musim Gugur Menyinari Setiap Rumah
Bersama-sama menikmati bulan kebersamaan dan membangun jalan menuju kebahagiaan.
Selamat Hari Festival Pertengahan Musim Gugur
