\ En \ IND
lokasi saat ini:Halaman pertama > Tanggung jawab sosial > Keamanan produksi

Simulasi Tanggap Darurat | Pabrik Alumina Melaksanakan Simulasi Penanganan Darurat Kecelakaan Akibat Sengatan Listrik

Waktu pembebasan:2026.07.15  Tampilkan volume: 20

    Untuk memperkuat manajemen keselamatan kerja pada proyek-proyek internasional, menyeragamkan standar penanganan keadaan darurat, serta meningkatkan kemampuan penyelamatan terpadu di lapangan, Pabrik Alumina baru-baru ini menyelenggarakan simulasi penanganan darurat kecelakaan akibat sengatan listrik yang melibatkan karyawan Tiongkok dan Indonesia. Simulasi ini dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip "standar yang seragam, partisipasi seluruh karyawan, dan peningkatan kesiapsiagaan melalui latihan," dengan berfokus pada standardisasi seluruh proses penanganan keadaan darurat, mulai dari pelaporan insiden, pemutusan aliran listrik, penyelamatan korban, pertolongan pertama, hingga penanganan potensi bahaya, guna meningkatkan koordinasi dan menutup kesenjangan dalam pelaksanaan di lapangan.

    Sebelum pelaksanaan simulasi, pihak pabrik menyelenggarakan pengarahan keselamatan dan pelatihan dwibahasa bagi seluruh karyawan Tiongkok dan Indonesia. Instruktur memberikan penjelasan secara rinci dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia mengenai ketentuan keselamatan penggunaan listrik, penyebab dan risiko kecelakaan akibat sengatan listrik, serta mendemonstrasikan penggunaan peralatan berisolasi, prosedur pemutusan aliran listrik dalam keadaan darurat, penilaian kondisi korban, dan tata cara pelaksanaan resusitasi jantung paru (RJP/CPR). Selain itu, tim juga menyeragamkan isyarat tangan darurat internasional, komando standar, serta pembagian tugas masing-masing personel agar seluruh peserta memahami dan menguasai prosedur penanganan darurat yang terstandarisasi sehingga simulasi dapat berlangsung secara efektif dan tertib.


640.jpg


    Simulasi menggambarkan terjadinya kecelakaan sengatan listrik di area kerja yang mengakibatkan seorang pekerja kehilangan kesadaran. Personel di lokasi segera mendeteksi kondisi darurat tersebut dan langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat yang telah distandarkan. Sesuai dengan prinsip "putuskan aliran listrik terlebih dahulu sebelum melakukan penyelamatan," petugas dengan cepat menggunakan peralatan berisolasi untuk memutus sumber listrik secara aman, sehingga risiko terjadinya sengatan listrik lanjutan dapat dihindari.


640 (1).jpg

    

    Setelah aliran listrik berhasil diputus, tim tanggap darurat gabungan segera mengambil tindakan. Karyawan Tiongkok bertanggung jawab mengamankan lokasi, melakukan evakuasi, serta melaporkan kejadian, sedangkan karyawan Indonesia membantu melakukan pemeriksaan kesadaran korban, pemeriksaan pernapasan, dan penyesuaian posisi tubuh korban. Dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang erat, kedua tim melaksanakan prosedur resusitasi jantung paru (RJP/CPR) sesuai standar, termasuk kompresi dada dan bantuan pernapasan, hingga simulasi penyelamatan berhasil diselesaikan dengan baik. Setelah penanganan keadaan darurat selesai, tim gabungan melakukan inspeksi di lokasi simulasi, menemukan beberapa potensi bahaya seperti kabel yang terbuka dan perlindungan keselamatan yang belum memadai, kemudian segera melakukan tindakan perbaikan untuk menghilangkan risiko tersebut.


640 (2).jpg


    Setelah simulasi berakhir, manajemen menyelenggarakan sesi evaluasi bersama seluruh peserta. Dalam evaluasi tersebut, manajemen memberikan apresiasi atas respons cepat dan kerja sama yang baik antara karyawan Tiongkok dan Indonesia, sekaligus memberikan arahan untuk lebih mengoptimalkan koordinasi dwibahasa, meningkatkan efisiensi respons darurat, serta menyempurnakan penerapan prosedur operasional agar standar penanganan darurat dapat diterapkan secara lebih konsisten.

    Melalui simulasi ini, efektivitas dan kelayakan rencana tanggap darurat berhasil diuji, prosedur penanganan darurat bagi karyawan Tiongkok dan Indonesia semakin diseragamkan, serta kemampuan kerja sama tim dalam pelaksanaan penyelamatan darurat semakin meningkat. Ke depan, Pabrik Alumina akan terus melaksanakan simulasi keselamatan dan pelatihan dwibahasa secara berkala, memperkuat sistem manajemen keselamatan, serta mendukung kelancaran operasional proyek melalui penerapan manajemen keselamatan yang terstandarisasi dan sistematis guna memastikan proyek berjalan dengan aman dan tertib.