\ En \ IND
lokasi saat ini:Halaman pertama > Tanggung jawab sosial > Keamanan produksi

Perkuat Pertahanan Keamanan Pelabuhan! Perusahaan Menyelenggarakan Pelatihan Khusus Keamanan Fasilitas Pelabuhan Internasional

Waktu pembebasan:2026.08.06  Tampilkan volume: 244

    Dalam rangka menerapkan secara ketat persyaratan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code serta memperkuat secara menyeluruh kemampuan pengelolaan keamanan di kawasan pelabuhan internasional, PT Bintan Alumina Indonesia baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai keamanan fasilitas pelabuhan internasional. Pelatihan ini diikuti oleh personel manajemen yang sedang bertugas, personel operasional lapangan, serta petugas keamanan, mencakup posisi-posisi utama yang bertanggung jawab atas pengendalian akses, patroli dan inspeksi keamanan, serta penanganan keadaan darurat.


640(0).jpg


    Pelatihan ini berfokus pada persyaratan utama ISPS Code, dengan materi yang mencakup pengelolaan dinamis tingkat keamanan pelabuhan, koordinasi pengamanan kapal internasional selama beroperasi di pelabuhan, pengendalian akses tertutup di pintu masuk kawasan pelabuhan, patroli dan inspeksi pada area-area penting, identifikasi dan pemeriksaan terhadap orang maupun barang yang mencurigakan, prosedur penanganan keadaan darurat terkait pencegahan dan penanggulangan terorisme, serta langkah-langkah proaktif dalam mencegah risiko keamanan yang berkaitan dengan aktivitas internasional. Pelatihan memadukan teori dengan studi kasus nyata melalui pembahasan berbagai contoh kasus keamanan pelabuhan, sekaligus menganalisis potensi bahaya dan kelemahan operasional yang umum ditemukan dalam pengelolaan sehari-hari, sehingga peserta dapat mengevaluasi dan menyempurnakan pelaksanaan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Selain itu, pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi skenario, seperti penyusupan oleh pihak yang tidak berwenang dan penemuan barang mencurigakan. Melalui simulasi tersebut, peserta dibimbing untuk menguasai secara menyeluruh prosedur tanggap darurat yang terstandarisasi, yaitu "Deteksi – Pelaporan – Penilaian – Penanganan – Evaluasi," sehingga mampu menerapkannya secara efektif dalam situasi nyata.


640.jpg


640 (1).jpg


    Melalui pelatihan ini, tanggung jawab keamanan pada setiap jenjang organisasi semakin diperkuat, batasan kewenangan dan mekanisme koordinasi menjadi lebih jelas, serta kemampuan pelabuhan dalam menangani keadaan darurat yang berkaitan dengan keamanan internasional semakin meningkat. Ke depan, pelabuhan akan menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk terus menyempurnakan mekanisme pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan, melaksanakan evaluasi khusus serta inspeksi dan penanganan potensi bahaya secara berkala, memperbarui rencana mitigasi risiko secara dinamis, serta menerapkan pengendalian risiko yang tepat sasaran dan manajemen berbasis closed-loop. Dengan demikian, keamanan dan stabilitas kawasan pelabuhan internasional akan semakin terjamin, sekaligus memberikan perlindungan yang kuat bagi operasional kapal-kapal internasional yang beraktivitas di pelabuhan.